Halaman

Kamis, 20 Maret 2014

Mahalnya Bekisar Merah


Mahalnya Bakisar Merah
Judul Buku                  : Belantik (Bekisar Merah 2)
Pengaranga                  : Ahmad Tohari
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota dan Tahun          : Jakarta, 2001
Jumlah Halaman          : 142 halaman
            Kehidupan ini ibarat roda yang berputar, bukan masalah pada atas atau bawahnya tapi kali ini adalah masalah cepat atau lambatnya putaran itu. Manusia membuat cerita hidupnya sesuia dengan skenario yang ia angankan atau terkadang malah hanya jadi pemeran tanpa tau jalan ceritanya.
            Begitu juga dengan Lasi perempuan yang tak kenal ayah kandungnya ini mempunyai cerita hidup yang berliku. Lahir dari ibu yang ditinggal suami Lasi kecil menjalani kehidupannya sebagaimana anak kecil pada umumnya. Hal yang sedikit berbeda adalah dia keturunan Jepang bukan asli Jawa seperti anak-anak di kampungnya. Karenanyalah keipitan matanya selalu membuat teman-teman mengejeknya.
            Lasi tumbuh menjadi remaja cantik menjadi bunga desa. Namun terkadang kecantikan jika tak diimbangi dengan pengetahuan kuranglah berarti. Dan akhirnya Lasi mendapat suami tukang pembuat gula merah. Meski hanya menjadi istri seorang pengambil nira kehidupan Lasi bahagia, cinta yang dibrikan suaminya mampu membuat tersenyum dalam hari-harinya. Hingga pada suatu hari malapetaka itupun terjadi yang merubah banyak hal dalam kehidupan Lasi.
            Setelah peristiwa tersebut akhinya Lasi pergi ke Jakarta, pertemuanya dengan seorang mucikari membuat hidupnya semakin berubah. Dari gadis desa manjadi gadis mertopolitan. Sekali lagi jika kecantikan tak diimbangi dengan pengetahuan masihlah kurang berarti. Akhirnya Lasi diperkenalkan dengan seorang pengusaha yang kaya raya dan menjadi istrinya. Kehidupannya sangat tercukupi, segala kemewahan yang didambakan oleh hampir semua perempuan ia dapatkan. Rumah mewah, perabotan mahal, mobil dan lainya sebagainya.
            Dan kecantikan Lasi terus membuat mata lelaki berkantong tebal untuk memilikinya, dan kali ini adalah orang pengaruh besar di negaranya, Bambung namanya. Kecantikan tanpa pengetahuan kuranglah berarti, inilah mengapa meski Lasi cantik tapi kurang pengetahuan hanya bisa dimanfaatkan tanpa megetahui tujuannya. Jatuhlah Lasi pada orang nomor satu tersebut, akan tetapi Lasi menolak untuk menjadi kekasihnya. Akhirnya Lasi memutusakn pulang ke kampung halamannya dan menikahlah dengan teman smasa kecilnya, Kanjat. Pernikahan dengan Kanjat tak membuatnya dia lepas dari penguasa lobying tersebut, saat di hotel Lasi di bawa paksa oleh mucikari ke Jakarta untuk di serahkan ke Bambung.
            Kehidupan Lasi yang berliku tak membuatnya ia putus asa, akhirnya ada jalan bagi Lasi untuk tidak dimiliki seutuhnya oleh Bambung, yakni kahamilannya. Akhirnya setelah Bambung ditumbangkan Lasi kembali kepada suaminya, Kanjat.
            Cerita Belantik ini mempunyai jalan cerita yang cukup bagus, menggambarkan fenomena pada saat itu. Menjadikan jalan cerita ini lebih hidup dan enak untuk dibaca. Selain itu juga mempunyai alur cerita yang jelas.
            Kekurangannya adalah saat ending jalan ceritnya lebih dipersingkat, hal ini tentu membuat pembaca penasaran. Akan lebih indah jika endingnya dibuat cerita seperti biasanya.


Purwokerto 2013
Description: E:\poto\IMG_0071.JPG
Biodata Penulis : Fatkhan Munif lahir di Banyumas, kini tercatat sebagai mahasiswa STAIN Purwokerto. Beralamat di Pasir Kidul RT 01 RW 04, Purwokerto Barat. No Hp 085743350553. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) OBSESI dari tahun 2009 hingga sekarang. Pernah mengikuti Sekolah Kepenulisan di bawah bimbingan Abdul Wachid BS. Selain itu juga pernah aktif di BEMP PBA dan BEMJ Tarbiyah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar