Mahalnya Bakisar Merah
Judul
Buku : Belantik (Bekisar
Merah 2)
Pengaranga
: Ahmad Tohari
Penerbit
: PT Gramedia
Pustaka Utama
Kota
dan Tahun : Jakarta, 2001
Jumlah
Halaman : 142 halaman
Kehidupan ini ibarat roda yang
berputar, bukan masalah pada atas atau bawahnya tapi kali ini adalah masalah
cepat atau lambatnya putaran itu. Manusia membuat cerita hidupnya sesuia dengan
skenario yang ia angankan atau terkadang malah hanya jadi pemeran tanpa tau
jalan ceritanya.
Begitu juga dengan Lasi perempuan yang
tak kenal ayah kandungnya ini mempunyai cerita hidup yang berliku. Lahir dari
ibu yang ditinggal suami Lasi kecil menjalani kehidupannya sebagaimana anak
kecil pada umumnya. Hal yang sedikit berbeda adalah dia keturunan Jepang bukan
asli Jawa seperti anak-anak di kampungnya. Karenanyalah keipitan matanya selalu
membuat teman-teman mengejeknya.
Lasi tumbuh menjadi remaja cantik
menjadi bunga desa. Namun terkadang kecantikan jika tak diimbangi dengan
pengetahuan kuranglah berarti. Dan akhirnya Lasi mendapat suami tukang pembuat
gula merah. Meski hanya menjadi istri seorang pengambil nira kehidupan Lasi
bahagia, cinta yang dibrikan suaminya mampu membuat tersenyum dalam
hari-harinya. Hingga pada suatu hari malapetaka itupun terjadi yang merubah
banyak hal dalam kehidupan Lasi.
Setelah peristiwa tersebut akhinya
Lasi pergi ke Jakarta, pertemuanya dengan seorang mucikari membuat hidupnya
semakin berubah. Dari gadis desa manjadi gadis mertopolitan. Sekali lagi jika
kecantikan tak diimbangi dengan pengetahuan masihlah kurang berarti. Akhirnya
Lasi diperkenalkan dengan seorang pengusaha yang kaya raya dan menjadi
istrinya. Kehidupannya sangat tercukupi, segala kemewahan yang didambakan oleh
hampir semua perempuan ia dapatkan. Rumah mewah, perabotan mahal, mobil dan
lainya sebagainya.
Dan kecantikan Lasi terus membuat
mata lelaki berkantong tebal untuk memilikinya, dan kali ini adalah orang
pengaruh besar di negaranya, Bambung namanya. Kecantikan tanpa pengetahuan
kuranglah berarti, inilah mengapa meski Lasi cantik tapi kurang pengetahuan
hanya bisa dimanfaatkan tanpa megetahui tujuannya. Jatuhlah Lasi pada orang
nomor satu tersebut, akan tetapi Lasi menolak untuk menjadi kekasihnya.
Akhirnya Lasi memutusakn pulang ke kampung halamannya dan menikahlah dengan teman
smasa kecilnya, Kanjat. Pernikahan dengan Kanjat tak membuatnya dia lepas dari
penguasa lobying tersebut, saat di hotel Lasi di bawa paksa oleh mucikari ke
Jakarta untuk di serahkan ke Bambung.
Kehidupan Lasi yang berliku tak
membuatnya ia putus asa, akhirnya ada jalan bagi Lasi untuk tidak dimiliki
seutuhnya oleh Bambung, yakni kahamilannya. Akhirnya setelah Bambung
ditumbangkan Lasi kembali kepada suaminya, Kanjat.
Cerita Belantik ini mempunyai jalan
cerita yang cukup bagus, menggambarkan fenomena pada saat itu. Menjadikan jalan
cerita ini lebih hidup dan enak untuk dibaca. Selain itu juga mempunyai alur
cerita yang jelas.
Kekurangannya adalah saat ending
jalan ceritnya lebih dipersingkat, hal ini tentu membuat pembaca penasaran.
Akan lebih indah jika endingnya dibuat cerita seperti biasanya.
Purwokerto 2013

Biodata Penulis : Fatkhan Munif lahir di
Banyumas,
kini tercatat sebagai mahasiswa STAIN Purwokerto. Beralamat di Pasir Kidul RT 01 RW 04, Purwokerto
Barat. No Hp 085743350553. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa
(LPM) OBSESI dari tahun 2009 hingga sekarang. Pernah mengikuti Sekolah
Kepenulisan di bawah bimbingan Abdul Wachid BS. Selain itu juga pernah aktif di
BEMP PBA dan BEMJ Tarbiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar